Posisi menentukan prestasi Dan Prestasi menetukan Posisi

Senin, 25 Juni 2012

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN HALUSINASI


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SPIP HALUSINASI
a.       Proses keperawatan
1.      Kondisi klien
Klien bicara sendiri, gelisah, dan pernah melakukan tindakan kekerasan (memukul temannya)
2.      Diagnosa  keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Klien mampu untuk mengenal halusinasi, menjelaskan cara-cara mengontrol halusinasi dengan cara pertama menghardik.
4.      Tindakan keperawatan
a.       Mengidentifikasi jenis halusinasi
b.      Mengidentifikasi isi halusinasi
c.       Mengidentifikasi waktu halusinasi
d.      Mengidentifikasi frekuensi halusinasi
e.       Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi
f.        Mengidentifikasi respon pasien terhadap halusinasi
g.       Mengajarkan klien  menghardik halusinasi
h.       Menganjurkan klien memasukkan dalam kegiatan harian
i.         Memberi dorongan klien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis.
b.      Strategi komunikasi tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik
“Assalamu Alaikum Kak, selamat pagi. saya perawat yang akan bekerjasama dengan Kakak untuk membantu menyelesaikan masalahnya Kakak”. Nama saya Abcdefghijk biasa dipanggil Abcd, nama Kakak siapa? Senang dipanggil siapa?
b.      Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan Kakak hari ini? Apa keluhan Kakak saat ini”?


c.       Kontrak
1.      Topik
“Baiklah, sekarang kita akan bercakap-cakap tentang suara-suara yang selama ini Kakak dengar tapi tak nampak wujudnya”.
2.      Tempat
“Dimana kita bisa berbincang-bincang Kak? Disini saja Kak ya”?
3.      Waktu
“Berapa lama kita akan berbincang-bincang Kak? Sekarang hari Sabtu 24 Maret 2012 jam 10.00 WITA. Bagaimana kalau 15 menit saja Kak? Apakah Kakak setuju”?
2.      Fase kerja
“Apakah Kakak mendengar suara tanpa dengan wujud? Apa yang dikatakan suara itu? Apakah terus menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan suara itu paling sering Kakak dengar? Berapa kali sehari Kakak alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri? Apa yang Kakak rasakan pada saat mendengar suara-suara itu?  Apa yang Kakak lakukan pada saat mendengar suara-suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul”? Kak, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal. Dan yang ke empat, minum obat dengan teratur. “Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan cara menghardik. Caranya  sebagai berikut : saat suara-suara itu muncul, langsung Kakak bilang pergi, saya tidak mau dengar, saya tidak mau dengar kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba Kakak peragakan! Nah, begitu.. bagus sekali Kak! Coba lagi! Ya,,, bagus, Kakak bisa”.
3.      Fase terminasi.
a.       Evaluasi
Subjek: “Bagaimana perasaan Kakak setelah peragaan tadi”?
Objek : “Apa yang Kakak lakukan jika suara-suara itu muncul”?
b.      Rencana tindak lanjut
“Jika suara-suara itu muncul lagi, silahkan coba cara tersebut! Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya “?
c.       Kontrak yang akan datang
1.      Topik : “Bagaimana kalu kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua”?
2.      Waktu : “Jam berapa Kak? Bagaimana kalau hari Senin 26 Maret 2012 jam 10.00 WITA seperti hari ini ya Kak, hari ini kan hari Sabtu, dan besok hari Ahad saya libur, bagaimana”?
3.      Tempat : Dimana Kak kita bisa berbincang-bincang lagi? Bagaimana kalau di ruangan ini saja!
















STRATEGI PELAKSAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SPIIP HALUSINASI
a.       Proses keperawatan
1.      Kondisi klien
Klien bicara sendiri, marah-marah dan tertawa sendiri.
2.    Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Klien mampu untuk mengenal halusinasi, cara-cara mengontrol halusinasi dengan cara kedua, bercakap-cakap dengan orang lain.  
4.      Tindakan keperawatan
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien
b.      Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.
c.       Menganjurkan klien memasukkan ke dalam jadwal kegiatan harian.
b.      Strategi komunikasi pelaksanaan tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik.
“assalamu alaikum Kak Abc, bagaimana perasaan Kak Ab hari ini?
b.      Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaannya hari ini? Apakah suara-suara yang biasa Kakak dengar masih muncul? Apakah sudah dipakai cara yang kita latih kemarin? Apakah berkurang suara-suaranya?
c.       Kontrak.
1)         Topik : “Baikalah, sekarang kita akan bercakap-cakap tentang cara kedua yaitu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain”.
2)         Tempat: “Dimana kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau disini saja Kak!
3)       Waktu : “Berapa lama kita akan latihan? Sekarang hari Senin 26 Maret 2012 jam 10.00 WITA. Bagaimana kalau 15  
       menit saja Kak”?

2.      Fase kerja.
“Jadi cara kedua untuk mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Jadi kalau Kakak mendengar  suara-suara, langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman untuk berbicara dengan Kakak. Contohnya begini, “Tolong, saya mulai dengar suara-suara, bisa ngobrol dengan saya”? coba Kakak lakukan seperti itu! Ya,, begitu..!! bagus,,! Coba sekali lagi Kak! Bagus,,,! Kakak harus latihan terus ya!!
3.      Fase terminasi.
a.       Evaluasi
Subjek : “Bagaimana perasaan Kakak setelah latihan tadi”?
Objek : “Jadi sudah berapa cara yang Kakak pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus,,!!
b.      Rencana tindak lanjut.
“Cobalah kedua cara ini Kakak lakukan jika mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukan dalam kegiatan sehari-hari Kakak”? Nah, nanti lakukan secara teratur dan gunakan sewaktu-waktu bila suara itu muncul”.
c.       Kontrak yang akan datang.
1)      Topik : “Bagaimana kalau kita latihan cara yang ketiga yaitu melakukan aktifitas yang terjadwal”?
2)      Waktu: “Jam berapa Kakak mau? Bagaimana kalau hari Selasa 27 Maret 2012 besok di jam yang sama, jam 10.00 WITA ya Kak?
3)      Tempat: “ Mau dimana kita berbincang-bincang? Bagaiman kalau disini saja Kak”? sampai ketemu besok ya Kak!! Wassalamu alaikum…








STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SPIIIP HALUSINASI
a.       Proses keperawatan
1.      Kondisi klien
Klien marah-marah, bicara sendiri dan gelisah.
2.      Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Klien mampu untuk mengontrol halusinasi dengan cara ketiga yaitu melaksanakan aktifitas yang terjadwal.
4.      Tindakan keperawatan
a.       Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien
b.      Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara melakukan kegiatan yang biasa dilakukan dirumah.
c.       Menganjurkan klien memasukkan dalam kegiatan harian.
b.      Strategi pelaksaan tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik.
“Assalamu Alaikum, selamat pagi Kak. Asih ingat dengan saya kan? Bagaimana perasaanya hari ini?
b.       Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaaan Kakak hari ini?. Apa Kakak sudah mandi dan sarapan pagi? Apakah suara-suara yang Kakak dengar masih muncul? Apakah sudah dipakai dua cara yang telah kita latih? Bagaimana hasilnya? Bagus…!!!
c.       Kontrak
1.      Topik : “Sesuai janji kita kemarin, kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi dengan melakukan kegiatan yang terjadwal”.
2.      Tempat : Dimana kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau disini saja?
3.      Waktu : “Berapa lama kita berbincang-bincang Kak? Sekarang kan hari Selasa 27 Maret 2012 jam 10.00 WITA. Bagaimana kalau 10 menit saja Kak? Atau 15 menit ya?”
2.      Fase kerja
“Kegiatan apa saja yang biasa Kakak lakukan pagi-pagi? Terus jam berapa kegiatan berikutnya? Wah, ternyata banyak sekali kegiatannya. Apa Kakak sudah melakukan kedua cara yang telah kita pelajari kemarin saat mendengar suara-suara? Bagus…sekarang kita akan melatih cara ketiga yaitu melakukan kegiatan pada saat suara-suara itu terdengar, jadi Kakak bisa melakukan kegiatan-kegiatan Kakak tadi untuk mencegah halusinasi. Coba Kakak ulangi. “Bagus sekali…!! Kakak bisa lakukan kegiatan ini? Kegiatan ini dapat Kakak lakukan untuk mencegah suara-suara yang muncul. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan yang Kakak lakukan.
3.      Fase terminasi
a.       Evaluasi/validasi
Subjek : “Bagaimana perasaan Kakak setelah kita bercakap-cakap tentang cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara? Bagus sekali…!!!
Objek : “Coba Kakak sebutkan tiga cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara! Bagus sekali….!!!
b.      Rencana tindak lanjut
“Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian Kakak. Coba Kakak lakukan sesuai jadwal ya!
c.       Kontrak yang akan datang
1.      Topik : “Kita akan membahas cara minum obat yang baik serta kegunaan obat”!
2.      Waktu : “Jam berapa Kakak mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau besok? Besok hari Rabu 28 Maret 2012 jam 14.00 WITA ya Kak? Karena besok Saya dinas siang. Bagaimana? Kakak setuju”?  
3.      Tempat : “Mau dimana Kak? Bagaimana kalau disini lagi! Sampai ketemu ya Kak, Assalamu Alaikum.




STRATEGI PELAKSANAAN TINDKAN KEPERWATAN
SPIK HALUSINASI
A.     Proses keperawatan
1.      Kondisi keluarga
Keluarga tampak sedih melihat keadaan Kakak “M”
2.      Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Keluarga mampu mengenal masalah yang diraskan keluarga dalam merawat klien, mengetahui pengertian halusinasi, tanda dan gejala halusinasi, jenis halusinasi serta proses terjadinya halusinasi dan cara merawat klien halusinasi.
4.      Tindakan keperawatan
a.       Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien
b.      Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, jenis halusinasi serta proses terjadinya halusinasi.
c.       Menjelaskan cara merawat klien halusinasi
B.     Strategi komunikasi tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik
“Assalamu alaikum, selamat pagi. Saya mahasiswa stikes nani hasanuddin yang sedang praktek di Rskd abcdefgh, nama saya “Abcdefghijk” senang dipanggil “Abcd”. nama anda siapa, senang dipanggil siapa?
b.      Evaluasi/validasi
“bagaimana perasaan semua (keluarga) hari ini”?
c.       Kontrak
1.      Topik: “hari ini kita akan berbincang-bincang dan belajar masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien, mengetahui pengertian, tanda dan gejala halusinasi, jenis halusinasi, serta proses terjadinya halusinasi dan cara merawat klien halusinasi dalam keluarga.
2.      Waktu : Berapa lama keluarga bersedia berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit saja? Apakah semuanya setuju?
3.      Tempat : dimana kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau disini saja?
2.      Fase kerja
1.      Apa masalah keluarga dalam merawat klien?
2.      Saya akan menjelaskan pengertian halusinasi, tanda dan gejala, jenis halusinasi, serta proses terjadinya halusinasi dan cara merawat pasien halusinasi. Apakah semuanya setuju?
3.      Pertama-tama apa itu halusinasi? Halusinasi yaitu penerapan (persepsi) tanpa adanya rangsangan apapun pada panca indra seseorang yang terjadi pada keadaan sadar atau bangun dasarnya mungkin organik, fungsional, psikotik atau histerik.
4.      Apa tanda dan gejalanya? Yaitu berbicara sendiri, mendengar suara-suara yang tak nampak wujudnya, marah-marah, dan melakukan perilaku kekerasan pada orang disekitarnya.
5.      Jenis-jenis halusinasi? Yaitu :
a.       Halusinasi penglihatan, yang dilihat seolah-olah berbentuk orang, binatang atau benda.
b.      Halusinasi pendengaran, seolah-olah mendengar suara manusia, suara hewan, suara mesin, suara musik, dan suara kejadian alami.
c.       Halusinasi penciuman, seolah-olah mencium bauan tertentu.
d.      Halusinasi pengecap, seolah-olah mengecap suatu zat atau rasa tentang sesuatu yang dimakan.
e.       Halusinasi perabaan, seolah-olah merasa diraba, disentuh, dicolek, ditiup, dirambati ular.
6.      Proses terjadinya halusinasi adalah pada waktu klien lagi sendiri, dia biasanya bicara sendiri, marah-marah dan juga tertawa sendiri.


7.      Bagaimana cara merawat klien halusinasi? Yaitu caranya pertama-tama kita ajak berbicara kepada klien dan berkenalan setelah itu kita Tanya kepada klien apa yang biasa klien dengar, terus kita dengar, dan kita bilang suara-suara itu palsu atau tidak nyata. Kakak bisa mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Setelah Kakak bisa mengontrol halusinasinya kita ajak Kakak untuk merawat diri sendiri secara perlahan-lahan, kita ajar cara makan, mandi, mencuci tangan, dan menyisir rambut. Apa semuanya bisa dimengerti?
3.      Fase terminasi.
a.       Evaluasi/validasi
1.      Subjektif : “Bagaimana perasaannya setelah kita berbincang-bincang”?
2.      Objektif: “Coba ulangi kembali apa itu halusinasi, tanda dan gejala, jenis halusinasi, serta proses terjadinya halusinasi dam cara merawat klien halusinasi.
b.      Rencana tindak lanjut.
“Baikalah semua, kalau begitu saya harap apa yang sudah saya ajarkan dapat diulang dan kita akan melanjutkan cara melatih atau mempraktekkan cara merawat klien halusinasi.
c.       Kontrak yang akan datang.
1.      Topic : “Bagaimana kalau besok kita akan mempraktekkan langsung cara merawat klien halusinasi, apa semua setuju?
2.      Waktu : “Bagaimana kalau kita ketemu  jam 10.00 wita.
3.      Tempat : “Kita senang berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau diruang tamu saja?









STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SPIIK HALUSINASI
A.     Proses keperawatan
1.      Kondisi keluarga
Keluarga sudah mulai tenang melihat keadaan Kakak “M”
2.      Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Keluarga dapat mempraktekan cara merawat klien dengan halusinasi
4.      Tindakan keperawatan
a.       Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat klien dengan halusinasi
b.      Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada klien halusinasi.
B.     Strategi komunikasi tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik
“Assalamu Alaikum, selamat pagi semua”?
b.      Evaluasi /validasi
“Bagaimana kabarnya hari ini? Apa masih ingat dengan apa yang saya ajarkan kemarin?
c.       Kontrak.
1.      Topik : “Sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita akan mempraktekkan dan lelatih langsung kepada pasien cara merawat dirinya”.
2.      Waktu : “Berapa lama bersedia berbincang-bincang dengan saya”?
Bagaimana kalau 20 menit? Setuju?
3.       Tempat : “Dimana kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau disini lagi?


2.      Fase kerja
a.       Kegiatan apa saja yang telah keluarga lakukan hari ini? Apakah telah melakukan kegiatan yang saya ajarkan kemarin?
b.      Baikalah saya akan memberikan kesempatan menjelaskan arti halusinasi, tanda dan gejala, jenis halusinasi, dan cara merawat pasien halusinasi serta mempraktekkan cara merawat langsung klien halusinasi. Yang mana prinsip pelatihan merawat diri agar klien dapat mandiri seperti kebersihan badan, yaitu cuci tangan, cuci muka, mandi, serta menyisir rambut dan mengenal keluarga dekat.
3.      Fase terminasi
a.       Evaluasi
1.      Subjektif: “Bagaimana perasaanya setelah berbincang-bincang?
2.      Objektif : “Coba jelaskan kembali apa itu halusinasi, tanda dan gejala, jenis halusinasi, serta proses terjadinya halusinasi dan cara merawat klien halusinasi”.
b.      Rencana tindak lanjut.
“Baikalah kalau begitu, saya berharap apa yang saya ajarkan kepada keluarga tentang halusinasi dan cara merawat klien bisa anda masukkan dalam jadwal aktifitas di rumah.
c.       Kontrak yang akan datang.
1.      Topik : “Bagaimana kalau besok kita lanjutkan dengan pembuatan jadwal aktifitas dirumah, serta menjelaskan tentang pentingnya pemeriksaan (follow up) pada klien, setuju???
2.      Tempat : “dimana kita akan berbincang-bincang, bagaimana kalau disini lagi”?
3.      Waktu : “ Bagaimana kalau besok kita ketemu lagi jam 10.00 wita?




STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
SPIIIK HALUSINASI
A.     Proses keperawatan
1.      Kondisi keluarga
Keluarga sudah tenang, tidak gelisah lagi melihat keadaan Kakak “M”
2.      Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi : Halusinasi pendengaran
3.      Tujuan
Keluarga dapat mengetahui pentingnya follow up bagi klien dirumah.
4.      Tindakan keperawatan
a.       Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat.
b.      Menjelaskan follow up klien ketempat kesehatan.
B.     Strategi komunikasi tindakan keperawatan
1.      Fase orientasi
a.       Salam terapeutik.
“Assalamu Alaikum, selamat pagi semua?
b.      Evaluasi/validasi
“Bagaimana kabarnya hari ini? Apa masih ingat dengan apa yang saya ajarkan kemarin”?
c.       Kontrak
1.      Topik : “Sesuai persetujuan kita kemarin, hari ini kita akan menjelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan klien”.
2.      Waktu : “Berapa lama bersedia berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana kalau 20 menit? Setuju??
3.      Tempat: “Dimana kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau diruangan ini lagi?


2.      Fase kerja.
“Kegiatan apa saja yang keluarga lakukan hari ini? Apa telah melakukan kegiatan yang saya ajarkan kemarin? Sekarang kita akan membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat sehingga keluarga mudah mengontrol aktifitas klien.. Adapun pentingnya pemeriksaan kesehatan (follow up) yaitu agar kita tahu tanda-tanda vital klien misalnya tekanan darah, apakah dia tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah, untuk mengetahui apakah dia demam atau tidak, apa keluarga mengerti?
3.      Fase terminasi.
a.       Evaluasi/validasi
1.      Subjektif : “Bagaimana perasaannya setelah berbincang-bincang?
2.      Objektif : “Coba ulangi kembali cara membuat jadwal dan pentingnya follow up klien!
b.      Rencana tindak lanjut.
“Baikalah kalau begitu saya harapkan apa yang saya ajarkan kepada keluarga hari ini tentang membuat jadwal dan pentingnya follow up pada klien, saya harapkan keluarga bisa melakukan kegiatan ini”.
c.       Kontrak.
 “Berhubung waktu praktek saya di RSKD abcdefg ini sudah selasai, kita akhiri pertemuan kita hari ini, saya berharap apa yang sudah di ajarkan dapat dilakukan dirumah dan dimasukan dalam jadwal kegiatan harian. Mudah-mudahan klien cepat sembuh. Sampai ketemu lagi dilain kesempatan, Assalamu Alaikum dan selamat siang.  

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar