Posisi menentukan prestasi Dan Prestasi menetukan Posisi

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 16 Oktober 2012

LAPORAN PENDAHULUAN ADA KLIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN


LAPORAN PENDAHULUAN
ADA KLIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN
I. KASUS (MASALAH UTAMA)
Perubahan sensori perseps: Halusinasi dengar
II. PROSES TERJADINYA MASALAH
1. Pengertian
Halusinasi dengar adalah pencerapan tanpa adanya rangsangapapun pada panca indra seorang pasien yang terjadi dalam keadaan sadar atau bangun. Biasanya ditandai dengan mendengar suara – suara kebisingan yang tidak jelas sampai kata – kata yang jelas seperti suara manusia, hewan, mesin, barang, kejadian alamiah dan musik (Tawsend 1998)
2. Tanda dan gejala
1) Berbicara, senyum, tertawa sendiri.
2) Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, menghidu atau mencium, merasasesuatau yang tidak nyata.
3) Merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
4) Tidak dapatmembedakan hal yangnyatadantidaknyata.
5) Tidak bisa memusatkan perhatian dan konsentrasi.
6) Tidak bisa memusatkan perhatian dan konsentrasi.
7) Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal.
8) Sikap curiga dan bermusuhan.
9) Menarik diri, menghindar dari orang lain.
10) Ketakutan
11) Tidak mampu melaksanakan asuhan mandiri, mandi, sikat gigi, ganti pakaian, berhias yang rapi.
12) Mudah tersinggung, jengkel, marah.
13) Menyalahkan diri sendiri, orang lain.
14) Muka merah kadang pucat.
15) Tekanan darahmeningkat.
16) Napas terengah – engah nadi cepat, banyak keringat.
3. Penyebab.
· Gangguan perkembangan dan fungsi otak.
· Psikologi
· Sosial budaya
4. Akibat
- Resti tinggi mencedarai orang lain, diri sendiri.
- Menarik diri dari lingkungan
III. A. POHON MASALAH
Resiko tinggi mencedarai diri sendiri dan orang lain → Efect
Halusinasi dengar → CoreProblem
Isolasi sosial (MD)
HDR → Etiologi
B. MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI
1. Resiko mencedarai diri sendiri dan orang lain.
Ds - Klien mengatakan mendengar sauara – suara bisikan.
- Klien merasa seolah – olah dirinya akan dianaiaya orang tua.
- Klien ingin meukul dan melempar barang – barang.
Do - Klien seringbicar, senyum dan tertawasendiri.
- Muka klien tanpak merah dan tegang.
- Klien mudah tersinggung, jengkel, marah.
- Nafas klien tampak terengah – engah.
- Klien sering bersikap curiga dan bermusuhan.
- Klien seringbersikapcurigadan bermushan.
- Klien tampak ketakutan.
- Klien sering berkeringat.
- Klien terlihat mondar – mondir.
2. Perubahan sensori Perspsi (Halusinasi dengar)
Ds - Klien mengatakan mendengar suara – suara bisikan.
- Klien mengatakan seringmendengar suara yang menyuruhdirinya pergi
Do - Klien sering menyendiri
- Klien sulit berkonsentrasi
- Klien tidakdapat membedakan yang nyata dan tidak nyata.
- Ekspresi wajah yang tampak murung dan tegang.
- Klien tampak terlihat ketakutan.
- Klien sering bicara dan tertawa sendiri.
3. Isolasi Sosial
Ds - Klien mengatakan malas bertemu dengan oranglain.
Do - Tidak peduli dengan lingkungan.
- Tampak melamun.
- Tidak dapat bicara dengan orang lain atau perawat.
- Menghindar dari orang lain.
IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko tinggi mencedarai diri sendiridan orang lain b/d halusinasi dengar
2. Perawatan sensasi persepsi (Halusinasi dengar) b/d MD.
3. Isolasi sosial (MD) b/d HDR.
Rencana Tibdakan keperawatan diagnosa
Tujuan umum : Klien tidak mencederai diri sendiri dan oranglain.
Tujuan Khusus :
1. Klien dapat membinahubungansaling percaya.
2. Klien dapat mengenal halusinasinya.
3. Klien dapat mengontrol halusinasinya.
4. Klien ampu memahami cara penggunaan obat.
5. Klien mampu memnuhi kebutuhan ADL.
6. Klien mendapat dukungan di keluarga.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
(PERTEMUAN I)
I. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Ds: - Klien mengatakanpernah memukul orang lain.
- Klien mengatakan pernah membanting barang.
- Klien mengatakanmerasaada suara yang menyuruh marah.
Do: - Tegang, gelisah, tiba – tiba marah.
2. Diagnosa Keparawatan
Resiko tinggi perilaku kekerasan (Mencederai diri, orang lain, lingkungan) b/d halusinasi pendengaran.
3. Tujuan khusus
TUK I : Klien membinahubungan saling mempercayai
4. Tindakan Keperawatan
- Sapa klien dengan ramah, baik verbal maupun nono verbal.
- Perkenalkan diri dengan sopan.
- Tanyakan nama lengkap dan panggilanna.
- Tanyakan alasan masuk Rumah sakit.
- Jelaskan rencana pertemuan.
II. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN.
1. Orientasi
a. Salam terapeutik
“Selamay pagi Pak, saya belum kenal Bapak, Bapak juga belum kenal saya, iya kan Pak? Nama saya “E” saya Mahasiswa Akper Krikilansata disini akan membantu menyelesaikan masalah Bapak”.
“Bapak namanya siapa?”
“Ada apa Bapak sampai dibawa kesini?”
b. Evaluasi/ Validasi
Tanyakan kenapa klien sampai dibawa ke rumah sakit?
c. Kontrak
Topik : Bapak, pada kesempatanini sayaingin mengenal bapak lebih banyak.
Waktu : Bisakah kita berbincang – bincang sejenak, lamanya terserah Bapak. Bagaimana kalau 30 menit?
Tempat : Dimana kita menurut Bapak tempat yang nyamanuntuk berbincang- bincang?
2. Kerja
- Apa yang membuat Bapak meukul orang lain dan membanting barang?
- Apakah ada yangmenyuruh Bapak?
3. Terminasi
a. Evaluasi subjektif
Bagaimana perasaan Bapak setelah kitabercakap – cakap?
b. Evaluasi objektif
Coba sebutkanpenyebab Bapak memukul dan membanting barang!
c. Rencana tindak lanjut
Baiklah, waktu kita sudah habis nanti coba Bapak ingat – ingat lagi penyebabBapak Memukul dan membantingbarang!
d. Kontrak
Topik : Nanti akan kita bicarakanperasaan Bapak.
Waktu : Maudimana kitabicara?
Tempat : Kira – ira seabis sarapan pagi.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
(PERTEMUAN II)
I. PROSES KEPERAWATAN
Kondisi klien
Ds : - Klien mengatakan pernah memukul orang lain.
- Klien mengatakan pernahmembanting arang
- Klien mengatakan merasaada suarayangmenyuruh marah.
Do : Tegang, gelisah, tiba – tiba marah.
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko tinggi perilaku kekerasan (Mencederai diri, orang lain, lingkungan)b/d halusinasi pendengaran.
· Tujuan khusus
TUK 2 : Klien dapat mengenal halusinasinya.
· Tindakan keperawatan:
- Bina hubungan saling percaya.
- Tanyaklien apamasih mengalami halusinasi.
- Anjurkanklien menceritakan halusinasinya.
- Tanyakan apakah klienmemahami tentang efek halusinasi.
- Bservasi tingkah laku klien saat wawancara.
- Berikan reinforcment pada klien.
- Tetapkan kontrak.
· TUK 3 : Klien dapat mengontrol hausinasinya.
· Tindakan keperawatan
III. STRETEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Orientasi terapiutik
a. Salam terapiutik
“Selamat pagi Pak, apa kabar? Apakah Bapak masih ingta saya?”
b. Evaluasi/ Validasi
Tanyakanapakah tadimalam masih mengalami halusinasi
“Apakah Bapak tadi malammasihmengalami halusinasi?”
c. Kontrak
Topik : Seperti kesepakatan kemarin, sekarangkitaakan membahas tentang halusinasi.
Waktu : Hari ini kita akan berbicara 20 menit.
Tempat : Bagaimana kalau kita berbicara di ruang tamu?
2. Kerja
- Coba ceritakan halusinasi yang anda alami dan perasaan anda waktu itu.
- Apakah anda memahami apa efek dari perilaku yang anda lakukan.
- Apakah anda menyadari akibat perilaku yang anda lakukan.
- Untuk mengatasi halusinasi sebaiknya Bapak melakukan aktivitas agar kesempatan melamun berkurang sehingga halusinasi tidak akan terjadi, selain itu bapak minta bantuan pada petugas bila ada di Rumah Sakit jiwa dan pada keluarga atau orang lain yang dipercaya bila dirumah.
- Apakah bapak masih mempunyai cara lain untuk mengatasi halusinasi.
- Bapak bila mencoba mengatasi halusinasi dengan minum obatsecara teratur.
- Bagaimana kalau topik itu kita bicarakan besok.
3. Terminasi
- Evaluasi respon terhadap tindakan keperawatan.
Apakah Bapak sudah memahami tentang halusinasi.
- Tindak lanjut.
“Saya harap besok keadaan Bapak lebih baik”
- Kontrak yang akan datang
Topik : Untuk hari ini kita akhiri, besok kita akan jumpa lagi dan membahas tentang cara penggunaan obat. Bagaimana perasaan Bapak setelah membicarakan permasalahan yang Bapak hadapi?
Waktu : Waktu seperti biasasehabis sarapan pagi jam 09.00 WIB
Tempat : Sebaiknya kitabetemu dimana apa tetap di ruang tamu?

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
(PERTEMUAN III)
I. PROSES KEPERAWATAN
Ds : - Klien mengatakan pernah memukul orang lain.
- Klien mengatakan pernahmembanting arang
- Klien mengatakan suara bisikanmulai jarang.
Do : - Klien agak tenang
- Klien dapat berkomunikasi dengan baik.
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko terjadi perilaku kekerasan (mencederai diri, oarang lain, lingkungan) b/d halusinasi pendengaran.
Ø TUK 4 : Klien mampu memahami tentang cara penggunaan obatyang benar.
Ø Tindakan keperawatan
- Bina hubungan saling percaya
- Diskusikan tentang dosis, frekuensi dan manfaat obat.
- Anjurkan klien membicarakan tentang efek samping obat yang dirasakan.
- Bantu klien menggunakan dengan prinsip 5 benar.
III. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAANTINDAKAN KEPERAWATAN
1. Orientasi
a. Salam terapiutik
“Selamat pagi Pak, apa kabar? Apakah Bapak masih ingat dengan nama saya?”
b. Evaluasi/ Validasi
Tanyakan apakah pagi ini sudah munum obat
“Apakah Bapak sudah minum obat pagi ini?”
c. Kontrak
Topik : Seperti kesepakatan kemarin, sekarang kitaakan membahas tentang cara penggunaan obat.
Waktu : Hari ini, kitaakan berbicara selama 15 menit
Tempat : Bagaimana kalau kita berbicara di halaman?
2. Terminasi
Ø Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
S : Apakah Bapak sudah memahami tentang cara penggunaan obat
O : Ekspresi wajah tenang
Ø Tindak lanjut
“Saya harap besok kita ketemu lagi”
Ø Kontrak yang akan datang
Topik : Untuk hari ini kita akhiri, besok kita akan berjumpa lagidan membahas tentang pemenuhan ADL.
Waktu : Berapa lama kita akan berbicara dan mulai jam berapa?
Tempat : Sebaiknya kita bertemu dimana? Apa tetap disini?

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
(PERTEMUAN IV)
I. PROSES KEPERAWATAN
Kondisi klien
Ds : - Klien mengatakan pernah memukul orang lain.
- Klien mengatakan pernahmembanting arang
- Klien mengatakan halusinasi sudah jarang hadir.
Do : - Klien mulai tenang
- Penampilan baik
- Komunikasi baik
- Bergaul dengan teman
II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko tinggi perilaku kekerasan (mencedarai diri, orang lain, lingkungan b/d halusinasi pendengaran.
Ø Tujuan khusus
TUK 6 : Klien mampu memnuhi ADL
Ø Tindakan keperawatan
- Bina hubungan saling percaya
- Terangkan cara mandi
- Tanyakan pada klien apakah puas pola makan
- Terangkan kebutuhan istirahat tidur
- Tanyakan pada klien apakah tidurnya mengalami gangguan
III. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEAKSANAANTINDAKAN KEPERAWATAN
1. Orientasi
a. Salam terapiutik
Selamat pagi Pak, apak kabar? Apakah Bapak masih ingat bahwa hari ini ada janji dengan saya?
b. Evaluasi/ Validasi
Tanyakan aktifitas yang dilakukan pada hari ini
“Apakah yang bapak kerjakan pada hari ini?
c. Kontrak
Topik : Seperti kesempatan kemarin, sekarang kita akan membahas tentang pemenuhan ADL Bapak.
Waktu : Hari ini kita akan berbicaraselama 15 menit
Tempat : Bagaimana kalau kita berbicara di halaman?
2. Kerja
- Tanyakan bagaimana cara mandi klien.
- Anjurkan klien memakai sabun.
- Tanyakan apakah klien tahu tata cara makan.
- Anjurkan klien gosok gigi setelah makan.
- Anjurkan klien cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
- Tanyakan apakah klien puas dengan menu yang disajikan.
- Tanyakan berapa lama klien tidur dalam sehari.
- Anjurkan cukup istirahat/ tidur.
3. Terminasi
1) Evaluasi respon klientindakan keperawatan
- Apakah Bapak sudah bisa caramandi yang benar
- Apakah Bapaksudah bisa cara makan yang baik
2) Tindak lanjut
“Saya harap besok kita bisa bertemu lagi”
- Kontrak yangakan datang
Topik : Pertemuan hariini kitaakhir, besok kita akan berjumpa lagi dan membahas tentang hubungan Bapak dengan keluarga.
Waktu : Berapa lama kita akan berbicara dan mulai jama berapa.
Tempat : Sebaiknya kita bertemu dimana, apa tetap disini.

Asuhan Keperawatan Jiwa Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran

I. MASALAH UTAMA

Gangguan persepsi sensori: Halusinasi Pendengaran

II. PROSES TERJADINYA MASALAH

  1. Pengertian Halusinasi dengar merupakan persepsi sensori yang salah terhadap stimulus dengar eksternal yang tidak mampu di identifikasi (Beck dan Wiliam, 1980).
    Halusinasi dengar merupakan adanya persepsi sensori pada pendengaran individu tanpa adanya stimulus eksternal yang nyata (Stuart dan Sundeen, 1984).
  2. Tanda dan gejala
    Perilaku pasien yang teramati adalah sebagai berikut
    1. Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan seperti mencari siapa atau apa yang sedang berbicara.
    2. Mendengarkan dengan penuh perhatian pada orang lain yang tidak sedang berbicara atau kepada benda mati seperti mebel, tembok dll.
    3. Terlibat percakapan dengan benda mati atau dengan seseorang yang tidak tampak.
    4. Menggerak-gerakan mulut seperti sedang berbicara atau sedang menjawab suara.
  3. Penyebab :
    1. Isolasi sosial menarik diri
      1. Pengertian
        Menarik diri merupakan gangguan dengan menarik diri dari orang lain yang di tandai dengan isolasi diri (menarik diri) dan perawatan diri yang kurang.
      2. Penyebab
        1. Perkembangan
          Sentuhan, perhatian, kehangatan dari keluarga yang mengakibatkan individu menyendiri, kemampuan berhubungan dengan klien tidak adekuat yang berakhir dengan menarik diri.
        2. Harga diri rendah
      3. Tanda dan gejala
        Tanda gejala menarik diri dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain
        1. Aspek fisik
          1. Penampilan diri kurang.
          2. Tidur kurang.
          3. Keberanian kurang.
        2. Aspek emosi
          1. Bicara tidak jelas.
          2. Merasa malu.
          3. Mudah panik.
        3. Aspek sosial
          1. Duduk menyendiri
          2. Tampak melamun
          3. Tidak perduli lingkungan
          4. Menghindar dari orang lain
        4. Aspek intelektual
          1. Merasa putus asa
          2. Kurang percaya diri
  4. Akibat
    1. Resiko mencederai orang lain dan diri sendiri
      1. Pengertian
        Suatu keadaan dimana seorang individu melakukan suatu tindakan yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya maupun orang lain di sekitarnya (Town send, 1994)
      2. Penyebab
        1. Halusinasi
        2. Delusi
      3. Tanda dan gejala
        1. Adanya peningkatan aktifitas motorik
        2. Perilaku aktif ataupun destruktif
        3. Agresif

III. POHON MASALAH

Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain
                    ↓
Gangguan persepsi sensori : halusinasi dengar
                   ↓
Isolasi sosial : menarik diri

IV. MASALAH DAN DATA YANG PERLU DIKAJI

  1. Data Obyektif
    Apakah klien terdapat tanda dan gejala seperti di bawah ini
    1. Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan seperti mencari siapa atau apa yang sedang berbicara
    2. Mendengarkan dengan penuh perhatian pada orang lain yang tidak sedang berbicara atau kepada benda mati seperti mebel,tembok dll
    3. Menggerak-gerakan mulut seperti sedang berbicara atau sedang menjawab suara
    4. Tidur kurang / terganggu
    5. Penampilan diri kurang
    6. Keberanian kurang
    7. Bicara tidak jelas
    8. Merasa malu
    9. Mudah panik
    10. Duduk menyendiri.
    11. Tampak melamun.
    12. Tidak peduli lingkungan.
    13. Menghindar dari orang lain.
    14. Adanya peningkatan aktifitas motorik.
    15. Perilaku aktif ataupun destruktif.
  2. Data Subyektif
    Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara tanpa ada wujud yang tampak.

V. DIAGNOSA KEPERAWATAN

  1. Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain berhubungan dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi dengar.
  2. Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar berhubungan dengan adanya isolasi sosial : menarik diri.

VI. FOKUS INTERVENSI

  1. Diagnosa I . Resiko menciderai diri sensiri dan orang lain berhubungan dengan gangguan sensori : Halusinasi dengar .
    1. TUM : Klien tidak menciderai orang lain .
    2. TUK : 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
      1. dengan kriteria hasil :
        1. Ekspresi wajah bersahabat.
        2. Menunjukkan rasa senang.
        3. Ada kontak mata atau mau jabat tangan.
        4. Mau menyebutkan nama.
        5. Mau menyebut dan menjawab salam.
        6. Mau duduk dan berdampingan dengan perawat.
        7. Mau mengutarakan masalah yang dihadapi.
      2. Intervensi:
        Bina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi terapeutik.
        1. Sapa klien dengan ramah baik secara verbal maupun non verbal.
        2. Perkenalkan diri dengan sopan.
        3. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien.
        4. Jelaskan tujuan pertemuan.
        5. Jujur dan menepati janji.
        6. Tunjukan sikap empati dan terima klien apa adanya.
        7. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuan dasar klien.

        Rasionalisasi : Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksi selanjutnya.
    3. TUK :2. Klien dapat mengenal halusinasi
      1. dengan kriteria hasil:
        1. Klien dapat menyebutkan waktu, isi, frekuensi timbulnya halusinasi.
        2. Klien dapat mengungkapkan perasaanya terhadap halusinasi.
      2. Intervensi :
        1. Bantu klien mengenal halusinasinya.
          1. Jika menemukan klien yang sedang halusinasi, tanyakan apa yang sedang terdengar.
          2. Katakan bahwa perawat percaya klien mendengar suara itu namun perawat sendiri tidak melihatnya.
          3. Katakan bahwa klien lain juga tidak mendengar yang seperti klien dengar.
          4. Katakan bahwa perawat siap membantu klien.
        2. Diskusikan dengan klien
          1. Situasi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi.
          2. Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi.
        3. Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi.
    4. TUK : 3. Klien dapat mengontrol halusinasinya
      1. dengan kriteria hasil :
        1. Klien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya.
        2. Klien dapat menyebutkan cara baru untuk mengendalikan halusinasi
        3. Klien dapat memilih cara yang telah dipilih untuk mengendalikan halusinasi.
        4. Klin dapat mengikuti terapi aktivitas kelompok.
      2. Intervensi:
        1. Identifikasi bersama klien cara yang dilakukan jika terjadi halusinasi.
          Rasional: merupakan upaya untuk memutus siklus halusinasi.
        2. Diskusikan manfaat cara yang digunakan klien, jika bermanfaat beri pujian.
          Rasional: reinforcement positif dapat meningkatkan harga diri klien.
        3. Diskusikan cara baru untuk mengontrol timbulnya halusinasi.
          1. Katakan “ saya tidak mau dengar kamu”
          2. Menemui orang lain untuk bercakap-cakap.
          3. Melihat jadwal kegiatan sehari-hari agar halusinasi tidak sempat muncul.
          4. Meminta perawat / teman / keluarga untuk menyapa jika klien melamun.

          Rasional: memberi alternative pikiran bagi klien
        4. Bantu klien melatih dan memutus halusinasi secara bertahap.
          Rasional: Memotivasi dapat meningkatkan keinginan klien untuk mencoba memilih salah satu cara pengendalian halusinasi.
        5. Beri kesempatan untuk melakukan cara yang telah dilatih, evaluasi hasilnya dan beri pujian jika berhasil
        6. Anjurkan klien untuk mengikuti Terapi Aktifitas Kelompok, orientasi realita.
          Rasional: Stimulasi persepsi dapat mengurangi perubahan interpretasi realita klien.
    5. TUK : 4. Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengontrol halusinasinya
      1. dengan kriteria hasil:
        1. Klien dapat menjalin hubungan saling percaya dengan perawat
        2. Keluarga dapat menyebutkan pengertian, tanda dan tindakan untuk mengendalikan halusinasi
      2. Intervensi:
        1. Anjurkan klien untuk memberi tahu keluarga sedang halusinasi.
          Rasional: untuk mendapatkan bantuan keluarga dalam mengontrol halusinasi.
        2. Diskusikan dengan keluarga tentang
          1. Gejala halusinasi yang dialami klien.
          2. Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutus halusinasi.
          3. Cara merawat anggota keluarga yang halusinasi di rumah, beri kegiatan jangan biarkan sendiri.
          4. Beri informasi tentang kapan pasien memerlukan bantuan.

          Rasional : Untuk meningkatkan pengetahuan tentang halusinasi.
    6. TUK: 5. Klien memanfaatkan obat dengan baik.
      1. Dengan kriteria hasil :
        1. Klien dan keluarga mampu menyebutkan manfaat, dosis dan efek samping obat
        2. Klien dapat menginformasikan manfaat dan efek samping obat
        3. Klien dapat memahami akibat pemakaina obat tanpa konsultasi
        4. Klien dapat menyebutkan prinsip 5 benar pengunaan obat.
      2. Intervensi:
        1. Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang dosis, frekuensi dan manfaat obat.
        2. Anjurkan klien untuk minta sendiri obat pada perawat dan merasakan manfaatnya.
        3. Anjurkan klien bicara dengan dokter tentang manfaat obat dan efek samping obat yang dirasakan.

        Rasional ; dengan mengetahui efek samping obat klien tahu apa yang harus dilakukan setelah minum obat.
      3. Diskusikan bahayanya obat tanpa konsultasi.
        Rasional: Pengobatan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
      4. Bantu klien menggunakan prinsip lima benar.
        Rasional: dengan mengetahui prinsip maka kemandirian klien tentang pengobatan dapat ditingkatkan secara bertahap.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Boyd dan Nihart. 1998. Psichiatric Nursing & Contenporary Practice . I Edition . Lippincot . Philadelphia .
  2. Carpenito , Lynda Juall. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan . EGC. Jakarta .
  3. Schultz dan Videback. 1998. Manual Psychiatric Nursing Care Plan. 5 th Edition . Lippincott. Philadelphia .
  4. Keliat , Budi Anna. 1998. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa . EGC. Jakarta.
  5. Stuart dan sundeen . 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa . Edisi 3. EGC.Jakarta .
  6. Townsend . 1995. Nursing Diagnosis In Psychiatric Nursing a Pocket Guide For Care Plan Construction . Edisi 3 . EGC. Jakarta.

Rabu, 03 Oktober 2012

SEJARAH LIVERPOOL (PANJANG BANGED) TAPI LENGKAP

Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kotaLiverpool. Liverpool telah memenangkan 5 trofi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.
Sejarah
Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.
Perginya 'King' Kenny Dalglish dan 2 tragedi yang mengerikan ( Heysel dan Hillsborough ) sepertinya memberikan trauma, hukuman atau kutukan yang mendalam bagi Liverpool Football Club. Kedatangan Graeme Souness pun tidak mengubah peruntungan Liverpool FC. Walaupun Souness bisa memberikan gelar Piala FA pada tahun 1992, tetapi dengan kebijakan transfer pemain yang kurang baik dan penerapan strategi yang sedikit membingungkan menjadikan Liverpool tampil tidak konsisten pada musim itu. Hal lain yang memperburuk hubungan Souness dan Liverpudlian adalah ketika Souness menceritakan proses pemulihan kesehatannya pasca operasi jantung kepada koran The Sun. Seperti diketahui bahwa masyarakat di Merseyside memboikot koran The Sun yang sering memojokkan Liverpudlian mengenai tragedi Hillsborough. Pada 28 Januari 1994 Graeme Souness akhirnya mengundurkan diri sebagai manajer Liverpool FC setelah tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA. Pelatih Roy Evans ditunjuk sebagai manajer Liverpool FC selanjutnya. Liverpool FC berada di urutan ke 8 klasemen hasil terburuk selama 29 tahun terakhir. Walaupun secara raihan gelar juara Graeme Souness tidak sukses, tetapi pada masa kepemimpinannya banyak lahir talenta muda diantaranya : Robbie Fowler, Steve McManaman, Jamie Redknapp, Rob Jones dan David James.
Manajer Liverpool selanjutnya adalah pelatih senior Roy Evans yang sudah bersama Liverpool FC selama lebih dari 30 tahun. Pada musim 1994/95 Liverpool menduduki peringkat 5 Liga Primer Inggris dan berhasil menjuarai Piala Liga dengan mengalahkan Bolton Wanderers dengan skor 2-1. Roy Evans berhasil mengembalikan ciri khas permainan Liverpool yaitu 'pass and move'. Tetapi permainan apik dan indah Liverpool FC pada masa ini tidak diimbangi determinasi dan agresifitas yang memadai dari para pemainnya, sehingga Liverpool pada masa Roy Evans sering disebut 'Spice Boys'. Selain semakin matangnya pemain seperti : Robbie Fowler, Steve McManaman dan Jamie Redknapp, pada masa kepelatihan Roy Evans muncul bakat muda bernama Michael Owen yang berhasil mencetak 18 gol dan menjadi PFA Young Player of the Year Award pada tahun 1998.
Pada musim kompetisi 1998/99 Liverpool FC menarik pelatih asal Prancis Gerard Houllier untuk berpartner dengan Roy Evans sebagai 'joint manager'.  Pada tahun ini Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga, Piala FA, Piala UEFA, Piala Charity Shield dan Piala Super UEFA. Keberhasilan ini memunculkan secercah harapan bagi Liverpool untuk dapat meraih gelar juara Liga Inggris yang terakhir diraih pada tahun 1990. Pada tahun 2003 Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga dan menduduki peringkat ke 4 pada musim 1993/94 sehingga berhak mengikuti kualifikasi Liga Champions. Walaupun berhasil memberikan sejumlah gelar buat Liverpool FC, tetapi taktik bertahan yang diterapkan Gerard Houllier dianggap tidak bisa bersaing untuk meraih gelar Liga Inggris. Taktik bertahan dan mengandalkan serangan balik sangat mudah diantisipasi oleh lawan, sehingga pada 24 Mei 2004 Gerard Houllier digantikan oleh Rafael Benitez.
Rafael Benitez datang ke Liverpool FC setelah berhasil membawa Valencia menjadi juara Liga Spanyol 2 kali dan juara Piala UEFA. Harapan Liverpudlian untuk menjadi juara Liga Inggris kembali membumbung tinggi setelah Benitez berhasil membawa Liverpool FC menjuarai Liga Champions untuk yang ke 5 kalinya. Pada final yang dikenang sebagai partai terhebat sepanjang masa, Liverpool FC berhasil mengalahkan AC Milan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tetapi gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan penalti Xabi Alonso berhasil membawa Liverpool FC ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Kiper Liverpool FC Jerzy Dudek menjadi pahlawan setelah berhasil menahan tendangan penalti Shevchenko. Kemenangan pada partai final Liga Champions inilah yang menjadi alasan kapten dan legenda hidup Liverpool FC Steven Gerrard untuk tidak pindah ke klub lain. Keputusan yang disambut gembira oleh para Liverpudlian. Liverpool FC kemudian dibawa Rafael Benitez untuk menjadi juara Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Piala UEFA CSKA Moskow dengan skor 3-1. Piala FA tahun 2006 menjadi piala terakhir yang dipersembahkan oleh Rafael Benitez untuk Liverpool FC. Dalam perjalanan menuju final piala FA, Liverpool FC mengalahkan Luton Town dengan skor 5-3, MU 1-0, Birmingham City 7-0 dan mengalahkan Chelsea 2-1 di semi-final. Di partai final Liverpool FC berhasil mengalahkan West Ham United dengan Steven Gerrard sebagai Man Of The Match. Steven Gerrard memberi umpan untuk gol pertama, melakukan tendangan voli untuk gol ke 2 dan melakukan tendangan jarak jauh yang fenomenal pada menit ke 91. Dengan skor 3-3 akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Walaupun selama pertandingan kiper Pepe Reina beberapa kali melakukan kesalahan fatal, tetapi pada saat adu penalti berhasil menahan 3 dari 4 tendangan pemain West Ham United. Final Piala FA ini disebut sebagai 'Final-nya Gerrard' dan dicatat sebagai partai final terbaik di era modern Piala FA. Setelah memenangi Piala Community Shield tahun 2006 dan berhasil mencapai final Liga Champions 2007, musim-musim berikutnya menjadi musim tanpa gelar bagi Rafael Benitez dan Liverpool FC. Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi Liverpudlian adalah kembalinya 'King' Kenny Dalglish untuk membidani Liverpool FC Youth Academy pada tahun 2009. Akhirnya Rafael Benitez berhaenti pada tanggal 3 Juni 2010 dan digantikan oleh Roy Hodgson. Pada masa kepemimpinan Rafael Benitez, Liverpool FC mengalami 2 kali peralihan kepemilikan klub. Yang pertama pada tahun 2007 ketika dibeli oleh George Gillett and Tom Hicks dan pada tahun 2010 ketika Liverpool FC di ambil alih New England Sports Ventures milik John W. Henry.
1 Juli 2010 Roy Hodgson resmi menangani Liverpool FC selama tiga tahun. Pada keterangan pers Roy Hodgson mengatakan sangat bangga bisa menangani klub sebesar Liverpool FC dan tidak sabar untuk bertemu dengan para pemain, Liverpudlian dan ingin segera bekerja di Melwood. Tetapi situasi di Liverpool FC pada saat itu masih sangat tidak menentu karena sedang dalam masa peralihan kepemilikan. Hiruk pikuk berita tentang kebangkrutan klub dan proses peralihan yang berkepanjangan sangat memengaruhi suasana di Liverpool FC pada saat itu. Liverpool FC pun akhirnya mengawali musim 2010/11 dengan sangat buruk. Sampai pertengahan bulan Oktober Liverpool FC berada di zona degradasi dan kalah dari klub divisi II Northampton Town.
Tepatnya 8 Januari 2011 'King' Kenny Dalglish resmi menjabat sebagai manajer Liverpool FC untuk yang ke 2 kalinya.



Lambang
Lambang 'Liver Bird' pertama kali muncul di seragam Liverpool FC pada partai final Piala FA tahun 1950. Lambang yang secara signifikan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Liverpool FC. Lambang Liverpool ini mengalami perubahan pertama pada musim kompetisi 1955/56 dimana gambar 'Liver Bird' berada di dalam lingkaran ouval dan tulisan L.F.C berada di bawah 'Liver Bird'. Lambang versi ini bertahan sampai tahun 1968.
Pada tahun 1968 diambil keputusan untuk memperkenalkan lambang klub yang lebih modern. Lambang 'Liver Bird' langsung disulam ke seragam pemain dengan menyingkirkan garis pijakan pada kaki 'Liver Bird' dan menghilangkan lingkaran ouval. Lambang ini bertahan sampai tahun 1987, dimana pada tahun 1985 sponsor seragam berubah dari UMBRO kepada ADIDAS.
Seiring dengan perubahan sponsor seragam, maka lambang Liverpool pada tahun 1987 mengalami perubahan yang ke 3. Lambang 'Liver Bird' kembali berada di dalam tameng seperti lambang Liverpool FC yang pertama, tetapi kali ini penulisan Liverpool Football Club di bawah 'Liver Bird' tidak di singkat. Lambang ini bertahan sampai tahun 1992, dimana Liverpool FC akan mengadakan perayaan hari jadi yang ke 100 tahun.
Untuk merayakan 100 tahun Liverpool FC, lambang klub mengalami perubahan yang cukup signifikan. Penambahan ornamen 'Shankly Gates' dengan tulisan 'You'll Never Walk Alone' di atas tameng 'Liver Bird' dimaksudkan untuk mengingatkan jasa manajer Bill Shankly yang telah menjadi pondasi kokoh bagi Liverpool FC. Di dalam tameng terdapat tulisan Liverpool Football Club 100 tahun dan lambang 'Liver Bird'. Kemudian di bawah tameng ada tulisan angka 1892-1992.
Tahun 1993 lambang klub kembali berubah dengan penambahan kobaran api kembar di kedua sisi tameng 'Liver Bird'. Kobaran api kembar ini untuk mengenang para Liverpudlian yang menjadi korban pada tragedi Hillsborough. Lambang Liverpool terakhir ini tidak banyak mengalami perubahan sampai dengan tahun 1999. Lambang Liverpool FC yang sekarang ini dibuat pada tahun 1999 hanya dengan komposisi 2 warna. Tetapi sejak tahun 2002, lambang Liverpool FC dibuat dengan 'full colour' seperti sekarang ini.
Pemasok Kostum
  • 1973–1985: Umbro
  • 1985–2006: Reebok
  • 2006–2012: Adidas
  • 2012–: Warrior
Pemasok Sponsor
  • 1892–1979: Tanpa sponsor
  • 1979–1981: Hitachi
  • 1981–1989: Crown Paints
  • 1989–1992: Candy
  • 1992–2010: Carlsberg
  • 2010–2014: Standard Chartered
[sunting]Era keemasan
Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap), dan Ian Rush (346 gol)
Liverpool meraih era terbaiknya saat masih dikepalai oleh Bill Shankly. Pelatih ini kemudian menjadi legenda Liverpool. Ia sangat dihormati karena berhasil membawa Liverpool kembali ke divisi satu setelah sebelumnya mendekap di divisi dua selama 8 musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.
[sunting]Tragedi
Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa, yaitu dalam Tragedi Heysel pada 1985 dan Tragedi Hillsborough pada1989. Tragedi Heysel mengakibatkan klub-klub dari Inggris dilarang tampil di ajang kejuaraan Eropa selama 5 tahun.
[sunting]Treble
Liverpool berhasil mendapatkan treble winner, Liverpool mendapatkan dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Meskipun begitu, memenangi treble bukanlah hal yang baru bagi mereka. Pada 1984 mereka menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris.
[sunting]Skuat
Per 15 Juli 2011.[1]
[sunting]Tim utama
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama1 GK Brad Jones 2 DF Glen Johnson 3 DF José Enrique 5 DF Daniel Agger 6 DF Fábio Aurélio 7 FW Luis Suárez 8 MF Steven Gerrard  9 FW Andy Carroll 11 MF Maxi Rodríguez 12 FW Daniel Pacheco 14 MF Jordan Henderson 16 DF Sebastián Coates 18 FW Dirk Kuyt 19 MF Stewart Downing No.Pos.Nama20 MF Jay Spearing 21 MF Lucas Leiva 22 DF Danny Wilson 23 DF Jamie Carragher (wakil kapten) 25 GK Pepe Reina 26 MF Charlie Adam 32 GK Doni 33 MF Jonjo Shelvey 34 DF Martin Kelly 37 DF Martin Škrtel 38 DF John Flanagan 39 FW Craig Bellamy 49 DF Jack Robinson
Cadangan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama30 FW Jesús Fernández Sáez (Suso) 31 MF Raheem Sterling 35 DF Conor Coady 39 FW Nathan Eccleston No.Pos.Nama47 DF Andre Wisdom — FW David Amoo — DF Emmanuel Mendy — MF Michael Roberts
]Dipinjamkan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama41 GK Martin Hansen (ke Bradford City hingga 27 Agustus 2011) - DF Stephen Darby (ke Rochdale hingga akhir musim 2011—2012) No.Pos.Nama- GK Péter Gulácsi (ke Hull City hingga akhir musim 2011—2012) - FW Villyan Bijev (ke Racing Genk hingga akhir musim 2011—2012) 10 MF Joe Cole |other=ke Lille hingga 2012}} 15 MF Alberto Aquilani |other=ke Ac Milan hingga 2012}}
[sunting]Staff Teknis
  • Manajer: Kenny Dalglish
  • Asisten Manajer: Steve Clarke
  • Pelatih Tim Utama: Kevin Keen
  • Pelatih Penjaga Gawang: John Achterberg
  • Manajer Tim Cadangan: Rodolfo Borrell
  • Asisten Pencari Bakat: Mike McGlynn
  • Kepala Kedokteran Olahraga dan Sains Olahraga: Peter Brukner
  • Dokter Klub: Zaf Iqbal
  • Kepala Kebugaran: Darren Burgess
  • Kepala Fisioterapi: Phil Coles
  • Pelatih Kebugaran Rehab: Jordan Milsom
  • Konsultan Sains Olahraga: Barry Drust
  • Fisioterapis Senior: Rob Price
  • Fisioterapis Senior: Andrew Nealon
  • Fisioterapis: Chris Morgan
  • Fisioterapis Tim Cadangan: Matt Konopinski
  • Ahli Sains Olahraga: Alan McCall
  • Terapis Olahraga: Ivan Ortega
  • Ahli Pijat: Paul Small
  • Ahli Pijat: Sylvan Richardson
[sunting]Manajer
Sampai 20 Juli, 2006. Data hanya berdasarkan kompetisi saja
NamaDariHinggaRekorMainMenangSeriKalah W. E. Barclay &  John McKenna Agustus 1892 Juli 1896 101 58 17 26  Tom Watson Agustus 1896 Mei 1915 740 327 141 272  David Ashworth Desember 1920 Februari 1923 58 25 24 9  Matt McQueen Februari 1923 Februari 1928 229 94 61 74  George Patterson Februari 1928 Mei 1936 370 139 86 145  George Kay Mei 1936 Februari 1951 359 143 93 123  Don Welsh Maret 1951 Mei 1956 234 82 60 92  Phil Taylor Mei 1956 November 1959 153 77 32 44  Bill Shankly Desember 1959 Juli 1974 753 393 185 175  Bob Paisley Juli 1974 Mei 1983 490 275 124 91  Joe Fagan Mei 1983 Mei 1985 122 65 34 23  Kenny Dalglish Mei 1985 Februari 1991 297 180 76 41  Ronnie Moran Februari 1991 April 1991 10 4 1 5  Graeme Souness April 1991 Januari 1994 157 65 47 45  Roy Evans Januari 1994 Juli 1998 226 116 57 53  Roy Evans &  Gérard Houllier Juli 1998 November 1998 18 7 6 5  Gérard Houllier November 1998 Mai 2004 306 157 75 74  Rafael Benitez Juni 2004 3 Juni 2010 123 70 23 30  Roy Hodgson 3 Juni 2010 8 Januari 2011  Kenny Dalglish 8 Januari 2011 sekarang
[sunting]Pencapaian
Total Liverpool telah mengoleksi 18 tropi Liga Utama Inggris. Selama 16 tahun Premiere League bergulir, Liverpool belum pernah memenangkan title tersebut sekalipun. Liverpool memegang rekor 7 tropi juara Piala Liga, selisish 2 dengan Aston Villa. Liverpool pernah meraih gelar ganda dengan menjuarai Liga dan Piala FA pada tahun 1986. Mereka juga pernah memenangkan tiga trophi dalam satu musim sebanyak 2 kali - yang pertama mereka memenangkan Liga Inggris, Piala Liga dan Piala Champion pada tahun 1984, serta pada tahun 2001 dengan meraih Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA. Liverpool juga pernah meraih gelar ganda eropa dengan menjuarai Liga dan Piala Champion eropa pada tahun 1977.
Hingga saat ini Liverpool telah mengkoleksi 5 tropi Liga Champion yang merupakan terbanyak di Inggris serta ketiga terbanyak di dari seluruh klub dibawah Real Madrid dan AC Milan. Dengan meraih tropi Liga Champion ke 5 pada tahun 2005, Liverpool berhak mengenakan UEFA Badge of Honour, serta berhak memiliki tropi secara permanen. Liverpool pernah menerima anugerah dari World Soccer Magazine sebagaiTeam of the Year pada 2001 dan 2005 serta gelar BBC Sports Personality of the Year Team pada 1977, 1986 dan 2001.
Liverpool adalah klub terbaik Inggris abad 20 menurut International Federation of Football History and Statistics (IFFHS). Untuk Level dunia, Liverpool berapa di urutan ke 8 setelah Real Madrid, Juventus, Barcelona, AC Milan, Bayern Munchen, Inter Milan & Ajax. adapun Manchester united yang telah mendominasi Liga Inggris selama 2 dekade terakhir berapa di posisi ke 11 di bawah Liverpool, Benfica dan Anderlecht.
  • Juara Divisi Satu 18[2]
    • 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
  • Juara Divisi Dua 4
    • 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
  • Juara Liga Lancashire 1
    • 1892-93
  • Liga Champions 5[2]
    • 1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
    • 1977/78 1-0 vs. Club Brugge
    • 1980/81 1-0 vs. Real Madrid
    • 1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
    • 2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
  • Juara Piala UEFA 3
    • 1972/73, 1975/76, 2000/01
  • Juara Piala FA 7
    • 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
  • Juara Piala Remaja FA 2
    • 1995/96, 2006/07
  • Juara Piala Liga 7[2]
    • 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
  • Juara Charity Shield 15
    • 1963/64[3], 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77[3], 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
  • Juara Piala Super Eropa 3
    • 1977, 2001, 2005
  • Juara Piala Super Inggris 1
    • 1985/86
  • Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
    • 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000

SEJARAH LIVERPOOL (PANJANG BANGED) TAPI LENGKAP


Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kotaLiverpool. Liverpool telah memenangkan 5 trofi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.
Sejarah
Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.
Perginya 'King' Kenny Dalglish dan 2 tragedi yang mengerikan ( Heysel dan Hillsborough ) sepertinya memberikan trauma, hukuman atau kutukan yang mendalam bagi Liverpool Football Club. Kedatangan Graeme Souness pun tidak mengubah peruntungan Liverpool FC. Walaupun Souness bisa memberikan gelar Piala FA pada tahun 1992, tetapi dengan kebijakan transfer pemain yang kurang baik dan penerapan strategi yang sedikit membingungkan menjadikan Liverpool tampil tidak konsisten pada musim itu. Hal lain yang memperburuk hubungan Souness dan Liverpudlian adalah ketika Souness menceritakan proses pemulihan kesehatannya pasca operasi jantung kepada koran The Sun. Seperti diketahui bahwa masyarakat di Merseyside memboikot koran The Sun yang sering memojokkan Liverpudlian mengenai tragedi Hillsborough. Pada 28 Januari 1994 Graeme Souness akhirnya mengundurkan diri sebagai manajer Liverpool FC setelah tersingkir dari Piala Liga dan Piala FA. Pelatih Roy Evans ditunjuk sebagai manajer Liverpool FC selanjutnya. Liverpool FC berada di urutan ke 8 klasemen hasil terburuk selama 29 tahun terakhir. Walaupun secara raihan gelar juara Graeme Souness tidak sukses, tetapi pada masa kepemimpinannya banyak lahir talenta muda diantaranya : Robbie Fowler, Steve McManaman, Jamie Redknapp, Rob Jones dan David James.
Manajer Liverpool selanjutnya adalah pelatih senior Roy Evans yang sudah bersama Liverpool FC selama lebih dari 30 tahun. Pada musim 1994/95 Liverpool menduduki peringkat 5 Liga Primer Inggris dan berhasil menjuarai Piala Liga dengan mengalahkan Bolton Wanderers dengan skor 2-1. Roy Evans berhasil mengembalikan ciri khas permainan Liverpool yaitu 'pass and move'. Tetapi permainan apik dan indah Liverpool FC pada masa ini tidak diimbangi determinasi dan agresifitas yang memadai dari para pemainnya, sehingga Liverpool pada masa Roy Evans sering disebut 'Spice Boys'. Selain semakin matangnya pemain seperti : Robbie Fowler, Steve McManaman dan Jamie Redknapp, pada masa kepelatihan Roy Evans muncul bakat muda bernama Michael Owen yang berhasil mencetak 18 gol dan menjadi PFA Young Player of the Year Award pada tahun 1998.
Pada musim kompetisi 1998/99 Liverpool FC menarik pelatih asal Prancis Gerard Houllier untuk berpartner dengan Roy Evans sebagai 'joint manager'.  Pada tahun ini Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga, Piala FA, Piala UEFA, Piala Charity Shield dan Piala Super UEFA. Keberhasilan ini memunculkan secercah harapan bagi Liverpool untuk dapat meraih gelar juara Liga Inggris yang terakhir diraih pada tahun 1990. Pada tahun 2003 Liverpool FC berhasil meraih Piala Liga dan menduduki peringkat ke 4 pada musim 1993/94 sehingga berhak mengikuti kualifikasi Liga Champions. Walaupun berhasil memberikan sejumlah gelar buat Liverpool FC, tetapi taktik bertahan yang diterapkan Gerard Houllier dianggap tidak bisa bersaing untuk meraih gelar Liga Inggris. Taktik bertahan dan mengandalkan serangan balik sangat mudah diantisipasi oleh lawan, sehingga pada 24 Mei 2004 Gerard Houllier digantikan oleh Rafael Benitez.
Rafael Benitez datang ke Liverpool FC setelah berhasil membawa Valencia menjadi juara Liga Spanyol 2 kali dan juara Piala UEFA. Harapan Liverpudlian untuk menjadi juara Liga Inggris kembali membumbung tinggi setelah Benitez berhasil membawa Liverpool FC menjuarai Liga Champions untuk yang ke 5 kalinya. Pada final yang dikenang sebagai partai terhebat sepanjang masa, Liverpool FC berhasil mengalahkan AC Milan setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tetapi gol dari kapten Steven Gerrard, Vladimir Smicer dan penalti Xabi Alonso berhasil membawa Liverpool FC ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Kiper Liverpool FC Jerzy Dudek menjadi pahlawan setelah berhasil menahan tendangan penalti Shevchenko. Kemenangan pada partai final Liga Champions inilah yang menjadi alasan kapten dan legenda hidup Liverpool FC Steven Gerrard untuk tidak pindah ke klub lain. Keputusan yang disambut gembira oleh para Liverpudlian. Liverpool FC kemudian dibawa Rafael Benitez untuk menjadi juara Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Piala UEFA CSKA Moskow dengan skor 3-1. Piala FA tahun 2006 menjadi piala terakhir yang dipersembahkan oleh Rafael Benitez untuk Liverpool FC. Dalam perjalanan menuju final piala FA, Liverpool FC mengalahkan Luton Town dengan skor 5-3, MU 1-0, Birmingham City 7-0 dan mengalahkan Chelsea 2-1 di semi-final. Di partai final Liverpool FC berhasil mengalahkan West Ham United dengan Steven Gerrard sebagai Man Of The Match. Steven Gerrard memberi umpan untuk gol pertama, melakukan tendangan voli untuk gol ke 2 dan melakukan tendangan jarak jauh yang fenomenal pada menit ke 91. Dengan skor 3-3 akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Walaupun selama pertandingan kiper Pepe Reina beberapa kali melakukan kesalahan fatal, tetapi pada saat adu penalti berhasil menahan 3 dari 4 tendangan pemain West Ham United. Final Piala FA ini disebut sebagai 'Final-nya Gerrard' dan dicatat sebagai partai final terbaik di era modern Piala FA. Setelah memenangi Piala Community Shield tahun 2006 dan berhasil mencapai final Liga Champions 2007, musim-musim berikutnya menjadi musim tanpa gelar bagi Rafael Benitez dan Liverpool FC. Satu-satunya kabar yang menggembirakan bagi Liverpudlian adalah kembalinya 'King' Kenny Dalglish untuk membidani Liverpool FC Youth Academy pada tahun 2009. Akhirnya Rafael Benitez berhaenti pada tanggal 3 Juni 2010 dan digantikan oleh Roy Hodgson. Pada masa kepemimpinan Rafael Benitez, Liverpool FC mengalami 2 kali peralihan kepemilikan klub. Yang pertama pada tahun 2007 ketika dibeli oleh George Gillett and Tom Hicks dan pada tahun 2010 ketika Liverpool FC di ambil alih New England Sports Ventures milik John W. Henry.
1 Juli 2010 Roy Hodgson resmi menangani Liverpool FC selama tiga tahun. Pada keterangan pers Roy Hodgson mengatakan sangat bangga bisa menangani klub sebesar Liverpool FC dan tidak sabar untuk bertemu dengan para pemain, Liverpudlian dan ingin segera bekerja di Melwood. Tetapi situasi di Liverpool FC pada saat itu masih sangat tidak menentu karena sedang dalam masa peralihan kepemilikan. Hiruk pikuk berita tentang kebangkrutan klub dan proses peralihan yang berkepanjangan sangat memengaruhi suasana di Liverpool FC pada saat itu. Liverpool FC pun akhirnya mengawali musim 2010/11 dengan sangat buruk. Sampai pertengahan bulan Oktober Liverpool FC berada di zona degradasi dan kalah dari klub divisi II Northampton Town.
Tepatnya 8 Januari 2011 'King' Kenny Dalglish resmi menjabat sebagai manajer Liverpool FC untuk yang ke 2 kalinya.



Lambang
Lambang 'Liver Bird' pertama kali muncul di seragam Liverpool FC pada partai final Piala FA tahun 1950. Lambang yang secara signifikan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Liverpool FC. Lambang Liverpool ini mengalami perubahan pertama pada musim kompetisi 1955/56 dimana gambar 'Liver Bird' berada di dalam lingkaran ouval dan tulisan L.F.C berada di bawah 'Liver Bird'. Lambang versi ini bertahan sampai tahun 1968.
Pada tahun 1968 diambil keputusan untuk memperkenalkan lambang klub yang lebih modern. Lambang 'Liver Bird' langsung disulam ke seragam pemain dengan menyingkirkan garis pijakan pada kaki 'Liver Bird' dan menghilangkan lingkaran ouval. Lambang ini bertahan sampai tahun 1987, dimana pada tahun 1985 sponsor seragam berubah dari UMBRO kepada ADIDAS.
Seiring dengan perubahan sponsor seragam, maka lambang Liverpool pada tahun 1987 mengalami perubahan yang ke 3. Lambang 'Liver Bird' kembali berada di dalam tameng seperti lambang Liverpool FC yang pertama, tetapi kali ini penulisan Liverpool Football Club di bawah 'Liver Bird' tidak di singkat. Lambang ini bertahan sampai tahun 1992, dimana Liverpool FC akan mengadakan perayaan hari jadi yang ke 100 tahun.
Untuk merayakan 100 tahun Liverpool FC, lambang klub mengalami perubahan yang cukup signifikan. Penambahan ornamen 'Shankly Gates' dengan tulisan 'You'll Never Walk Alone' di atas tameng 'Liver Bird' dimaksudkan untuk mengingatkan jasa manajer Bill Shankly yang telah menjadi pondasi kokoh bagi Liverpool FC. Di dalam tameng terdapat tulisan Liverpool Football Club 100 tahun dan lambang 'Liver Bird'. Kemudian di bawah tameng ada tulisan angka 1892-1992.
Tahun 1993 lambang klub kembali berubah dengan penambahan kobaran api kembar di kedua sisi tameng 'Liver Bird'. Kobaran api kembar ini untuk mengenang para Liverpudlian yang menjadi korban pada tragedi Hillsborough. Lambang Liverpool terakhir ini tidak banyak mengalami perubahan sampai dengan tahun 1999. Lambang Liverpool FC yang sekarang ini dibuat pada tahun 1999 hanya dengan komposisi 2 warna. Tetapi sejak tahun 2002, lambang Liverpool FC dibuat dengan 'full colour' seperti sekarang ini.
Pemasok Kostum
  • 1973–1985: Umbro
  • 1985–2006: Reebok
  • 2006–2012: Adidas
  • 2012–: Warrior
Pemasok Sponsor
  • 1892–1979: Tanpa sponsor
  • 1979–1981: Hitachi
  • 1981–1989: Crown Paints
  • 1989–1992: Candy
  • 1992–2010: Carlsberg
  • 2010–2014: Standard Chartered
[sunting]Era keemasan
Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap), dan Ian Rush (346 gol)
Liverpool meraih era terbaiknya saat masih dikepalai oleh Bill Shankly. Pelatih ini kemudian menjadi legenda Liverpool. Ia sangat dihormati karena berhasil membawa Liverpool kembali ke divisi satu setelah sebelumnya mendekap di divisi dua selama 8 musim. Untuk menghormati jasanya, dibuatlah patung Bill Shankly di pintu masuk Anfield.
[sunting]Tragedi
Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa, yaitu dalam Tragedi Heysel pada 1985 dan Tragedi Hillsborough pada1989. Tragedi Heysel mengakibatkan klub-klub dari Inggris dilarang tampil di ajang kejuaraan Eropa selama 5 tahun.
[sunting]Treble
Liverpool berhasil mendapatkan treble winner, Liverpool mendapatkan dua gelar domestik (Piala Liga dan Piala FA) dan Piala UEFA pada musim 2000/01. Meskipun begitu, memenangi treble bukanlah hal yang baru bagi mereka. Pada 1984 mereka menjadi juara Piala Champions, Piala Liga dan Liga Inggris.
[sunting]Skuat
Per 15 Juli 2011.[1]
[sunting]Tim utama
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama1 GK Brad Jones 2 DF Glen Johnson 3 DF José Enrique 5 DF Daniel Agger 6 DF Fábio Aurélio 7 FW Luis Suárez 8 MF Steven Gerrard  9 FW Andy Carroll 11 MF Maxi Rodríguez 12 FW Daniel Pacheco 14 MF Jordan Henderson 16 DF Sebastián Coates 18 FW Dirk Kuyt 19 MF Stewart Downing No.Pos.Nama20 MF Jay Spearing 21 MF Lucas Leiva 22 DF Danny Wilson 23 DF Jamie Carragher (wakil kapten) 25 GK Pepe Reina 26 MF Charlie Adam 32 GK Doni 33 MF Jonjo Shelvey 34 DF Martin Kelly 37 DF Martin Škrtel 38 DF John Flanagan 39 FW Craig Bellamy 49 DF Jack Robinson
Cadangan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama30 FW Jesús Fernández Sáez (Suso) 31 MF Raheem Sterling 35 DF Conor Coady 39 FW Nathan Eccleston No.Pos.Nama47 DF Andre Wisdom — FW David Amoo — DF Emmanuel Mendy — MF Michael Roberts
]Dipinjamkan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama41 GK Martin Hansen (ke Bradford City hingga 27 Agustus 2011) - DF Stephen Darby (ke Rochdale hingga akhir musim 2011—2012) No.Pos.Nama- GK Péter Gulácsi (ke Hull City hingga akhir musim 2011—2012) - FW Villyan Bijev (ke Racing Genk hingga akhir musim 2011—2012) 10 MF Joe Cole |other=ke Lille hingga 2012}} 15 MF Alberto Aquilani |other=ke Ac Milan hingga 2012}}
[sunting]Staff Teknis
  • Manajer: Kenny Dalglish
  • Asisten Manajer: Steve Clarke
  • Pelatih Tim Utama: Kevin Keen
  • Pelatih Penjaga Gawang: John Achterberg
  • Manajer Tim Cadangan: Rodolfo Borrell
  • Asisten Pencari Bakat: Mike McGlynn
  • Kepala Kedokteran Olahraga dan Sains Olahraga: Peter Brukner
  • Dokter Klub: Zaf Iqbal
  • Kepala Kebugaran: Darren Burgess
  • Kepala Fisioterapi: Phil Coles
  • Pelatih Kebugaran Rehab: Jordan Milsom
  • Konsultan Sains Olahraga: Barry Drust
  • Fisioterapis Senior: Rob Price
  • Fisioterapis Senior: Andrew Nealon
  • Fisioterapis: Chris Morgan
  • Fisioterapis Tim Cadangan: Matt Konopinski
  • Ahli Sains Olahraga: Alan McCall
  • Terapis Olahraga: Ivan Ortega
  • Ahli Pijat: Paul Small
  • Ahli Pijat: Sylvan Richardson
[sunting]Manajer
Sampai 20 Juli, 2006. Data hanya berdasarkan kompetisi saja
NamaDariHinggaRekorMainMenangSeriKalah W. E. Barclay &  John McKenna Agustus 1892 Juli 1896 101 58 17 26  Tom Watson Agustus 1896 Mei 1915 740 327 141 272  David Ashworth Desember 1920 Februari 1923 58 25 24 9  Matt McQueen Februari 1923 Februari 1928 229 94 61 74  George Patterson Februari 1928 Mei 1936 370 139 86 145  George Kay Mei 1936 Februari 1951 359 143 93 123  Don Welsh Maret 1951 Mei 1956 234 82 60 92  Phil Taylor Mei 1956 November 1959 153 77 32 44  Bill Shankly Desember 1959 Juli 1974 753 393 185 175  Bob Paisley Juli 1974 Mei 1983 490 275 124 91  Joe Fagan Mei 1983 Mei 1985 122 65 34 23  Kenny Dalglish Mei 1985 Februari 1991 297 180 76 41  Ronnie Moran Februari 1991 April 1991 10 4 1 5  Graeme Souness April 1991 Januari 1994 157 65 47 45  Roy Evans Januari 1994 Juli 1998 226 116 57 53  Roy Evans &  Gérard Houllier Juli 1998 November 1998 18 7 6 5  Gérard Houllier November 1998 Mai 2004 306 157 75 74  Rafael Benitez Juni 2004 3 Juni 2010 123 70 23 30  Roy Hodgson 3 Juni 2010 8 Januari 2011  Kenny Dalglish 8 Januari 2011 sekarang
[sunting]Pencapaian
Total Liverpool telah mengoleksi 18 tropi Liga Utama Inggris. Selama 16 tahun Premiere League bergulir, Liverpool belum pernah memenangkan title tersebut sekalipun. Liverpool memegang rekor 7 tropi juara Piala Liga, selisish 2 dengan Aston Villa. Liverpool pernah meraih gelar ganda dengan menjuarai Liga dan Piala FA pada tahun 1986. Mereka juga pernah memenangkan tiga trophi dalam satu musim sebanyak 2 kali - yang pertama mereka memenangkan Liga Inggris, Piala Liga dan Piala Champion pada tahun 1984, serta pada tahun 2001 dengan meraih Piala FA, Piala Liga dan Piala UEFA. Liverpool juga pernah meraih gelar ganda eropa dengan menjuarai Liga dan Piala Champion eropa pada tahun 1977.
Hingga saat ini Liverpool telah mengkoleksi 5 tropi Liga Champion yang merupakan terbanyak di Inggris serta ketiga terbanyak di dari seluruh klub dibawah Real Madrid dan AC Milan. Dengan meraih tropi Liga Champion ke 5 pada tahun 2005, Liverpool berhak mengenakan UEFA Badge of Honour, serta berhak memiliki tropi secara permanen. Liverpool pernah menerima anugerah dari World Soccer Magazine sebagaiTeam of the Year pada 2001 dan 2005 serta gelar BBC Sports Personality of the Year Team pada 1977, 1986 dan 2001.
Liverpool adalah klub terbaik Inggris abad 20 menurut International Federation of Football History and Statistics (IFFHS). Untuk Level dunia, Liverpool berapa di urutan ke 8 setelah Real Madrid, Juventus, Barcelona, AC Milan, Bayern Munchen, Inter Milan & Ajax. adapun Manchester united yang telah mendominasi Liga Inggris selama 2 dekade terakhir berapa di posisi ke 11 di bawah Liverpool, Benfica dan Anderlecht.
  • Juara Divisi Satu 18[2]
    • 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
  • Juara Divisi Dua 4
    • 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
  • Juara Liga Lancashire 1
    • 1892-93
  • Liga Champions 5[2]
    • 1976/77 3-1 vs. Borussia Mönchengladbach
    • 1977/78 1-0 vs. Club Brugge
    • 1980/81 1-0 vs. Real Madrid
    • 1983/84 1-1 (4-2 melalui adu penalti) vs. AS Roma
    • 2004/05 3-3 (3-2 melalui adu penalti) vs. AC Milan
  • Juara Piala UEFA 3
    • 1972/73, 1975/76, 2000/01
  • Juara Piala FA 7
    • 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
  • Juara Piala Remaja FA 2
    • 1995/96, 2006/07
  • Juara Piala Liga 7[2]
    • 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
  • Juara Charity Shield 15
    • 1963/64[3], 1964/65+, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77[3], 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86*, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01, 2005/06
  • Juara Piala Super Eropa 3
    • 1977, 2001, 2005
  • Juara Piala Super Inggris 1
    • 1985/86
  • Juara Divisi Satu untuk Cadangan 16
    • 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000